Apa Saja Tipe-Tipe Desain Penelitian yang Ada

Artikel Terkait Ilmu Komputer
Saat melakukan sebuah penelitian ada satu hal yang cukup penting, yaitu membuat desain penelitian. Desain penelitian adalah pedoman atau panduan ketika melakukan proses penelitian meliputi menentukan instrumen pengumpulan data, penentuan sampel beserta analisa data. Melalui desain penelitian yang sesuai, diharapkan dapat membantu Anda sebagai peneliti ketika melakukan penelitian dengan baik dengan berpedoman pada alur penelitian yang jelas.

Desain Penelitian


Tipe-tipe Desain Penelitian

Terdapat beberapa terminologi mengenai metode peneliian dengan metodologi penelitian. Metode adalah bagian dari metodologi baik itu berbentuk metode, teknik, prosedur maupun berbagai macam alat atau tools yang digunakan pada penelitian dengan tahapan atau langkah-langkah saat melakukan penelitian disebut dengan metodologi. Metode penelitian ini bisa juga disebut dengan desain penelitian yang digunakan saat melakukan penelitian ada beberapa macam.

macam Tipe Desain Penelitian


Metode penelitian atau desain peneitian adalah bagian dari metodologi. Metodologi bisa Anda aplikasikan ke dalam berbagai macam riset desain. Terdapat beberapa tipe desain penelitian yang bisa Anda pilih sesuai dengan penelitian yang Anda ingin lakukan, diantaranya metode experimenta, ethnographic, historica research, correlaional, comperative, causal, survey, case study dan ada pula action research. Dalam bidang teknologi informasi desain penelitian atau metode penelitian yang paling banyak diaplikasikan adalah desain penelitian eksperimental dan studi kasus.

1. Penelitian Eksperimental

Penelitian Eksperimental adalah penelitian yang memungkinkan untuk menjadi penyebab perilaku yang ditentukan. Dalam mengilustrasikan penelitian eksperimental bisa dilakukan pada dua kelompok, yang dimana kelompok satu disebut dengan kontrol tanpa diberi perlakuan apapun sedangkan pada kelompok kedua diberikan perlakuan yang di asumsi kan kedua kelompok ini sama.

Dalam desain eksperimental ini juga terdapat keterkaitan sebab akibat. Keterkaitan sebab akibat ini terjadi apabila dampaknya merupakan efek dari korelasi. Dampaknya menyebabkan efek dan juga Anda bisa mencari penjelasan dari keterkaitan sebab akibat. Misalnya ketika melihat keterkaitan sebab akibat antara sistem pembelajaran yang menerapkan e-learning dengan sistem pembelajaran yang tidak menerapkan e-learning.

2. Penelitian Correlational (Korelasional)

Penelitian korelasional adalah penelitian yang dilakukan untuk melihat keterkaitan diantara dua variabel. Sebuah korelasi tidak menjamin adanya keterkaitan sebab akibat atau kausaiti, akan tetapi kausaliti menjamin adanya korelasi.

Misalnya tingkat pertumbuhan startup di Jakarta dengan tingginya pengguna smartphone di Sukabumi. Semakin tinggi pengguna smartphone semakin tinggi tingkat pertumbuhan startup. Lihat korelasinya bermakna ataukah tidak. Korelasi bisa diinterpretasikan walaupun letak georafisnya jauh. Anda mesti dituntut untuk kritis waktu melihat korelasi bermakna atau tidak, jika tidak maka korelasi tersebut akan gagal atau gugur.

3. Penelitian Causal – Comperative

Penelitian causal – comparative disebut juga dengan penelitian sebab akibat adalah salah satu ide berpikir ilmiah dalam menyusun suatu riset metodologi. Penelitian causal bisa digolongkan ke dalam penelitian experimental namun bisa juga digolongkan dalam bentuk lain misalnya comparative. Indipendent variabel pada penelitian comparative tidak dapat dimanipulasi dan juga tidak bisa diberikan perlakuan atau treatment.

Penelitian comparative atau komparatif adalah penelitian yang lebih berfokus pada dampak maupun efek yang terjadi dengan cara mencari apa yang menjadi penyebab dari dampak tersebut dan meninjau perbedaan yang terjadi diantara dua grup maupun lebih dan berikan penjelasan terhadap perbedaan diantara grup tadi. Misalnya kenapa startup luar negeri lebih inovatif dan kreatif daripada startup lokal dalam negeri.

4. Penelitian Survey

Penelitian survey termasuk ke dalam penelitian yang bersifat kuantitatif dalam meneliti perilaku objek penelitian. Penelitian survei adalah penelitian yang menggunakan mengambil sampel dari suatu populasi data dan menggunakan kuesioner sebagai alat bantu pengumpulan data. Penelitian survei memerlukan populasi data dalam jumlah yang cukup besar atau banyak agar peneliti dapat mendapatkan hasil yang mencerminkan kondisi nyata yang ada di lapangan.

Misalnya Anda ingin mengetahui bagaimana pangsa pasar jasa pembuatan websie. Untuk menjawab permasalahan tersebut perlu adanya alur berpikir dala menyusun pertanyaan agar bisa menjaawab permasalahan tadi. Dengan menggunakan alur pertanyaan tertentu, Anda akan dapat mengetahui apa yang menjadi opini responden tanpa mereka sadari.

5. Penelitian Action (Tindakan)

Penelitian tindakan (action research) adalah penelitian yang berfokus pada tindakan sosial langsung. Penelitian ini dilakuakn dengan terjun langsung ke tempat penelitian karena tempat penelitian tidak dapat dilakukan survei. Dengan mempelaari dan memahami serta mencatat pola-pola yang ada.

Penelitian tindakan adalah diterapkan untuk mendapatkan cara melakukan masalah pada saat yang bersamaa. Penelitian tindakan ini merupakan metode yang didasari oleh tindakan masyarakat yang seringkali diselenggarakan pada tempat atau latar penelitian yang luas, seperti di pabrik, sekolah ataupun kantor pemerintahan.

6. Penelitian Historical

Penelitian historical atau historikal sama dengan penelitian pustaka. Penelitian historikal dilakuakn dengan meninjau literatur dan buku-buku serta mengikuti pola dari literatur atau buku yang ditinjau. Misalna Anda ingin mengetahui bagaimana sikap perusahaan terhadap perkembangan internet. Dalam menjawab permasalahan tadi secara penelitian historikal, maka Anda perlu merangkum dan mencari pola-pola sejarahnya terutama di awal mula penerapan internet. Dari sini Anda harus meninjau perubahan era yang diwakili terutama bagaimana terjadinya perubahan internet dari era ke era.

7. Penelitian Studi Kasus (Case Studies Research)

Penelitian studi kasus adalah penelitian yang memusatkan segala perhatian pada kasus tertentu dengan menggunakan berbagai objek baik itu individu atau kelompok sebagai bahan studi kasusnya. Penelitian studi kasus umumnya digunakan untuk difokuskan dalam menggali dan mengumpulkan data yang lebih dalam terhadap objek penelitian yang diteliti sehingga dapat menjawaab permasalahan yang sedang terjadi. Desain penelitian sifatnya deskriptif dan juga eksploratif.

Penelitian studi kasus terdapat investigasi empiris mengenai fenomena yang ingin diselesaikan oleh peneliti. Misalkan apa fenomena yang ada pada bidang AI. Bagaimana dan kenapa orang yang menggunakan AI ada yang gagal ada yang berhasil. Fenomena ini bisa digali dengan melakukan penelitian studi kasus. Studi kasus diperoleh bisa dari organisasi, komunitas, perusahaan, sekolah ataupun ruang lingkup yang lebih besar lagi.

8. Penelitian Ethnographic

Penelitian etnographi adlah penelitian yang berfokus pada diri dan budaya dari sekolompok orang atau masyarakat. Biasanya desain penelitian ini diaplikasian untuk meneliti mengenai budaya secara umum. Penelitian ethnograhic mirip dengan penelitian tindakan, penelitian ini mengutamakan pada organisasi yang mendefinisikan kelompok orang. Misalnya kajian mengenai pembagian irigasi di Sukabumi. Masyarakatnya berkumpul untuk pembagian air ke sawah.

~
Referensi
Hasibuan. Zaenal A. Metodologi Penelitian pada Bidang Ilmu Komputer dan TIK
Rekomendasi Web Hosting
Hosting murah minimal order 1 bulan cuma 20rb. Gunakan voucher diskon 30%, kode voucher: MCP, total bayar hanya 14rb!!! Daftar sekarang