Hipotesis Penelitian (Pengertian, Peran, Manfaat, Pengujian Hipotesa)

Pada kesempatan kali ini Mycoding.net akan mengulas tentang , dengan judul artikel Hipotesis Penelitian (Pengertian, Peran, Manfaat, Pengujian Hipotesa).

Artikel Terkait Ilmu Komputer

Hipotesis adalah jawaban teoritis sifatnya sementara terhadap rumusan masalah peneliian dan belum merupakan jawaban empiris dengan dukungan data-data. Dalam memulai riset atau penelitian, umumnya selalu dimulai dengan menentukan permasalahan atau kendala. Perumusan masalah bisa dilakukan dengan membuat model hipotesis. Hipotesis adalah salah satu bentuk konkrit dari perumusan masalah dikarenakan ujung dari setiap permasalahan adalah adanya hipotesis yang akan dibuktikan. Dengan adanya hipotesis ini, maka pelaksanaan kegiatan penelitian diarahkan untuk membenarkan atau menolak hipotesis. Biasanya hipotesis dirumuskan ke dalam bentuk pernyataan atau statement yang menjelakan hubungan sebab-akibat antara variabel bebas yang diteliti.

Sumber : apaitupengertian.com


Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap permalahan yang sedang diteliti dimana kebenarannya musti diuji secara empiris. Hipotesis, dikatakan bersifat sementara karena jawaban yang diberikan baru dugaan yang didasarkan pada teori yang relevan dan belum didasarkan pada fakta-fakta yang empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.

Dalam membuat sebuah hipotesis penelitian, para peneliti biasanya mencoba dengan membandingkan antara teori dengan data yang tersedia. Untuk merangkum hipotesis tersebut maka peneliti harus memperjelas bagan masalah yang terjadi dan melakukan verifikasi keterkaitan yang terjadi antara masalah dengan bukti-bukti masalah pada setiap kasus penelitian. Proses ini kemudian diarahkan pada pengambilan hipotesis yang dapat diuji.

Hipotesis yang dirumuskan pada umumnya diambil berdasarkan kumpulan teori yang berkaian dengan topik penelitian serta dari hasil dari penelitian-penelitian terdahulu yang sudah dilakukan. Hipotesis tersebut dapat berupa hipotecal statementataupun statistical hipotesis. Merumuskan hipotesis mustilah kuat dasarnya seperti riset problem, scope of the riset dan tujuannya. Apabila rumusan hipotesis sudah kuat seperti apa yang akan diuraikan baik berupa laporan atau yang lainnya. Maka kesimpulan yang akan diambil didasarkan pada hipotesis dan data-data dari hasil penelitian.

Peran dan Manfaat Hipotesis Pada Penelitian

Hipotesis memiliki peranan dalam memberikan arah dan ujuan kegiatan penelitian, dan juga memandu arah untuk menyelesaikannya secara efiien. Hipotesis yang baik tentunya akan menghindarkan penelitian tanpa tujuan serta pengumpulan data yang tidak relevan.

Tidak semua penelitian memerlukan hipotesa atau hipotesis. Misalnya pada penelitian yang sifatnya deskriptif, eksploratif, kualitatif. Manfaat dari penggunaan hipotesis antara lain sebagai berikut :
Untuk membantu dalam memilih metode analisa data
Untuk menjelaskan permasalahan yang diangkat dalam penelitian
Untuk dijadikan pedoman dalam menarik sebuah kesimpulan
Untuk menguraikan variabel-variabel yang akan diuji kebenarannya

Macam-macam Hipotesa

Hipotesa setidaknya terdapat tiga macam yaitu hipotesa penelitian merupakan hipotesa yang dinyatakan dalam bentuk kalimat atau narasi, hipotesa operasionalmerupakan hipotesa yang dinyatakan dalam bentuk hipotesa nol (H0) dan hipotesa 1 (H1), sedangkan hipotesa statistik merupakan hipotesa yang berupa angka-angka statistik yang sesuai dengan metode dan alat ukur yang dipilih oleh peneliti. Hipotesa yang sudah dirumuskan kemudian musti diuji kebenarannya. Pengujian ini dilakukan dalam membuktikan apakah H0atau H1 yang akan diterima.

Pengujian Hipotesa

Sebagai ilustrasi ada empat kombinasi jawaban berdasarkan hipotesis yang diajukan dalam pengambil keputusan untuk menerima atau menolak H0, yang bisa dilihat pada tabel di bawah berikut.

Tabel pengujian hipotesa
Pengujian hipotesa


Dalam membuat hipotesis terdapat dua jenis kesalahan yang bisa dibuat oleh peneliti, yaitu sebagai berikut :
Kesalahan pertama ialah kesalahan yang dilakukan karena menolak hipotesis (H0) padahal sebenarnya H0 benar atau harus diterima. Kesalahan ini disebut sebagai kesalahan alpha  atau juga biasa disebut sebagai taraf nyata.

Grafik kesalahan alpha
Grafik kesalahan alpha


Kesalahan kedua adalah kesalahan beta  yaitu kesalahan yang dilakukan karena menerima hipotesis (H0) padahal sebenarnya H0harus ditolak atau salah.

Grafik kesalahan beta
Grafik kesalahan beta


Apabila keputusan yang diambil dalam hipotesis benar, maka akan tampak kekuatannya seperti pada gambar di bawah berikut ini.


Nilai alpha yang digunakan tergantung dari jenis penelitian yang dilakukan. Untuk menentukan hipotesi yang akan diambil adalah jika nilai output alpha lebih besar atau sama dengan alpha yang digunakan pada penelitian maka keputusan yang diambil adaah menerima H0. Sedangkan jika nilai output alpha lebih kecil dari nilai alpha yang digunakan pada penelitian maka keputusan yang diambil adalah menolak H0.

Statistical inference Decision
Statistical inference Decision

Rekomendasi Web Hosting
Hosting murah minimal order 1 bulan cuma 20rb. Gunakan voucher diskon 20%, kode voucher: MCPROJECT, total bayar hanya 16rb!!! Daftar sekarang